Showing posts with label Pemrograman Web. Show all posts
Showing posts with label Pemrograman Web. Show all posts

Saturday, 21 December 2013

Mengan Css

Apa itu CSS ? ::
CSS , kependekan dari Cascading Style Sheet merupakan  salah satu bahasa style sheet untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style. Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman dari sebuah web yang dibuat dengan HTML atau XHTML.  

CSS dapat kita analogikan sebagai sebuah aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Office Word yang dapat mengatur format pada setiap halaman, misalnya mengatur heading, font style, margin text, border, gambar, format text serta variabel - variabel lainnya. Oleh karena itu, Belajar CSS adalah belajar bagaimana kita mengatur tampilan dari sebuah halaman web sehingga halaman web nyaman dan menarik untuk dilihat.

Sejarah Perkembangan CSS ::
CSS  (Cascading Style Sheet) pertama kali direkomendasikan oleh W3C (World Wide Web Consortium) pada tahun 1996 yang kemudian distandarisasikan. Saat artikel ini ditulis CSS sudah memilki tiga versi yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3 yang setiap versinya memiliki fungsi untuk pemenuhan kebutuhan terkait dengan pengaturan halaman web.

CSS1 merupakan versi pertama yang dikembangkan, berfokus pada pemformatan dokumen atau halaman HTML dan sudah dapat memenuhi kebutuhan untuk pengaturan tampilan pada sebuah halaman web. CSS2 merupakan versi kedua yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar dapat ditampilkan di printer. 

CSS3 merupakan versi terbaru saat artikel ini ditulis, CSS3 mampu melakukan banyak hal untuk mendesain sebuah halaman web, diantaranya dapat melakukan animasi warna bahkan animasi 3D, serta banyaknya kehadiran fitur - fitur baru yang lebih bisa untuk memenuhi kebutuhan - kebutuhan yang kompleks dalam rangka mendesain sebuah halaman web.  

Kelebihan dan Kekurangan CSS ::
Sama halnya dengan objek - objek lain yang ada dimuka bumi ini. Dalam penggunaanya, CSS juga tidak luput dari kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan CSS yang saya tahu.

Kelebihan CSS:: 
  • Dengan bahasa tingkat tinggi, CSS sangat mudah untuk dipelajari dan digunakan
  • CSS memisahkan antara Desain dan Konten Web/Blog
  • Pengaturan Desain dapat dilakukan seefisien mungkin
  • Menghemat penulisan kode, karena satu css dapat dipakai beberapa kali 
  • Mempersingkat waktu kerja, baik saat membuat maupun saat modifikasi halaman Web/Blog
  • Ukuran file HTML jadi lebih kecil, karena biasanya CSS disimpan di file terpisah (External Stylesheet)
Kekurangan CSS::

Salah satu kekurangan CSS yang sangat menyita waktu adalah fakta bahwa tidak semua browser mengartikan sintaks - sintaks CSS sama. Adakalanya Desain sudah terlihat rapih di suatu browser namun ketikan dicoba di browser lain malah jadi acak - acakan. 

Namun bukan berarti kekurangan ini jadi satu halangan, karena kekurangan ini dapat diatasi dengan script - script khusus atau biasa disebut dengan CSS Hack.

Mengenal Pemrograman Website dengan Php

• Pengertian PHP

• Hubungan PHP dengan HTML

• Kelebihan PHP


Pengertian PHP
PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan
sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip
dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik.
Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web
menulis halaman web dinamik dengan cepat.
Hubungan PHP dengan HTML
Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam
sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke
browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga
menghasilkan suatu tampilan yang indah. Lain halnya dengan program php, program
ini harus diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang
dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun
disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama
dengan kode-kode html tersebut. Program php dapat ditambahkan dengan mengapit
program tersebut di antara tanda . Tanda-tanda tersebut biasanya disebut
tanda untuk escaping (kabur) dari kode html. File html yang telah dibubuhi program
php harus diganti ekstensi-nya menjadi .php3 atau .php.
PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side
HTML=embedded scripting, di mana script-nya menyatu dengan HTML dan berada
si server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan
sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai
bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan
digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server
Pages) dan JSP (Java Server Pages).
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C.
Semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya.
Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi
ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang
dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Kemudian pada tahun
1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses
database dan dapat terintegrasi dengan HTML.
Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0
yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya..
Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan
versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan
yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat
oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP
scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan
library tambahan seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk
membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini,
aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya
secara keseluruhan dijalankan web server.
Kelebihan PHP
Ketika e-commerce semakin berkembang, situs-situs yang statispun semakin
ditinggalkan, karena dianggap sudah tidak memenuhi keinginan pasar, padahal situs
tersebut harus tetap dinamis. Pada saat ini bahasa PERL dan CGI sudah jauh
ketinggalan jaman sehingga sebagian besar designer web banyak beralih ke bahasa
server-side scripting yang lebih dinamis seperti PHP.
Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan
yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan system database di
dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah :

1. Oracle
2. MySQL
3. Sybase
4. PostgreSQL
5. dan lainnya

Sintak dasar PHP

SINTAK DASAR PHP

Cara penulisan PHP
Pertama
echo ("tulisankita\n");
?>
Kedua
php echo("tulisankita\n");
?>
Ketiga
<%
echo ("kalau yang ini mirip dengan ASP");
%>
Anda dapat menggunkan salah satu di atas, tapi yang paling sering digunakan biasannya cara pertama dan kedua.
Seperti pada bahasa pemrograman lain Anda pun bisa meletakkan baris komentar pada program Anda. Pada PHP caranya adalah dengan meletakkan komentar tersebut di sebelah kanan tanda // jika komentar satu baris dan di antara /* dan */ jika komentarnya lebih dari satu baris.
/* kalau yang ini adalah komentar
lebih dari satu baris */
echo ("memang mudah");
?>

Friday, 20 December 2013

Mengenal Dunia Web

Pagi sobat bloger,,enaknya pagi pagi itu minum kopi sambil browsing mencari informasi dan bermain di dunia maya,,hehehe admin ga bosen nih untuk berbagi informasi seputar dunia website....
sobat tau apa itu dunia web???nah kali ini admin akan membahas seputar dunia web...

Ketika pertama kali mengenal dunia web, segala sesuatu terlihat seperti sihir di mata saya. Hidupkan komputer, colok modem (pastikan juga tidak ada yang akan / sedang menggunakan telepon!), jalankan software yang disediakan oleh ISP, tekan “Dial”, dan tunggu sampai terdapat tulisan “Connected to the Internet”. Selesai terkoneksi, buka Netscape Navigator [1], dan masukkan alamat website yang ingin dituju (90% boleh.com waktu itu).
Karena hanya memandang Internet sebagai sihir, pada saat itu saya sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui bagaimana internet bekerja. Tidak adanya minat tersebut membuat saya sama sekali tidak peduli akan pengembangan web, dan meskipun sangat ingin memiliki website sendiri, pada akhirnya saya hanya bisa membuat website menggunakan Frontpage atau Word (dan percayalah, hasilnya sangat, sangat parah). Ketidak mengertian saya tentang dunia web pada saat itu berdampak pada parahnya website yang saya kembangkan. Karena hal inilah pada saat memutuskan untuk menulis buku ini, saya mendedikasikan satu bab untuk mengenalkan pembaca kepada dunia web, dan mudah-mudahan membangun minat pembaca dalam dunia web. Pembelajaran yang disertai dengan minat dan ketertarikan akan jauh lebih optimal dibandingkan pembelajaran tanpa minat sama sekali.
Akhir kata, pengenalan akan dunia web akan kita mulai dengan melihat cara kerja web secara singkat.

Cara Kerja Web

Ketika menjelajah website dalam Internet, umumnya kita menggunakan sebuah browser. Kita memasukkan sebuah alamat, seperti google.com ke dalam browser, dan kemudian browser akan menampilkan website Google kepada kita. Apa yang sebenarnya terjadi di belakang layar?
Tentu saja cara kerja web sebenarnya tidak sesederhana ini. Prosesnya disederhanakan hanya untuk ilustrasi saja.
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa web bekerja seperti pos, di mana setiap orang yang ingin berkomunikasi dengan orang lain harus melakukan pengiriman pesan. Identifikasi penerima pesan dilakukan melalui alamat dan kode pos, yang ditentukan oleh kantor pos. Pesan yang dikirimkan ini kemudian disampaikan oleh kantor pos, untuk kemudian dibaca oleh penerima pesan. “Kantor pos”, sebagai pihak yang menentukan alamat dan kode pos, dikenal dengan nama DNS (Domain Name Server) pada dunia web. “Alamat”, sebagai tempat penerima pesan, dikenal sebagai IP Address, sementara penerima pesannya sendiri tentunya adalah website atau komputer lain. Pengirim pesan, tentunya adalah web browser yang kita gunakan.Ilustrasi lengkap tapi sederhana dari langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada Gambar Bagaimana Web Bekerja.
Bagaimana Web Bekerja
Bagaimana Web Bekerja
Mari kita telaah langkah demi langkah yang diperlihatkan oleh Gambar Bagaimana Web Bekerja:
Langkah Pertama
Cukup jelas. Pengguna memberikan perintah kepada browser untuk membuka halaman tertentu.
Langkah Kedua
Browser kemudian harus melalui firewall atau proxy, sebuah sistem pengamanan di sisi pengguna atau ISP, sebelum memasuki Internet.
Langkah Ketiga
Browser menanyakan DNS alamat IP dari http://www.google.com.
Langkah Keempat
Browser berjalan menuju alamat IP yang diberikan oleh DNS.
Langkah Kelima
Setelah mencapai alamat, browser biasanya menemui sekumpulan website pada alamat tersebut. Hal ini disebabkan karena umumnya beberapa website disajikan dalam satu server (yang dikenal dengan nama Hosting Server) untuk menghemat sumber daya.
Langkah Keenam
Browser memasuki “ruang” google.com pada hosting server, dan meminta konten dari google.com kepada penyaji konten. Pada gambar Bagaimana Web Bekerja, penyaji konten diilustrasikan sebagai burung hantu.
Langkah Ketujuh
Data dikirimkan kembali ke pengguna.
Langkah Kedelapan
Ketika data sampai, maka browser menampilkan data yang didapatkan kepada pengguna.
Langkah Kesembilan
Selesai.
Perlu ditekankan bahwa langkah-langkah di atas merupakan langkah yang telah disederhanakan, dan hanya mencakup satu bagian dari browser: pengambilan data dari server. Bagian ini bahkan adalah bagian yang paling sederhana dari sebuah browser, karena sebagian besar pekerjaan dikerjakan oleh jaringan Internet. Kegunaan utama (dan tugas tersulit) dari sebuah browser ialah menampilkan halaman web. Penjelasan mengenai hal ini akan diberikan pada bagian selanjutnya.
Sampai pada titik ini, kita dapat melihat bahwa web merupakan kumpulan dokumen masif dalam jaringan yang dapat diakses kapanpun, selama kita terkoneksi dalam jaringan tersebut. Untuk pengembangan web sendiri, terdapat dua komponen penting, yaitu: komponen server yang menyajikan halaman kepada kita, dan komponen klien yang menampilkan halaman yang disajikan oleh server ke pengguna. Komponen server dikenal dengan nama web server, sementara komponen klien dikenal dengan nama web browser. Contoh dari web server adalah Apache dan nginx, sementara contoh dari web browser yaitu Internet Explorer dan Mozilla Firefox.
Karena memiliki dua komponen dalam pengembangan, tentunya pembangunan sebuah website akan memerlukan pengembangan dari kedua sisi. Seorang pengembang web yang handal setidaknya harus dapat melakukan pengembangan klien dan server, meskipun banyak pengembang yang memiliki spesialisasi pada satu sisi saja (misalnya penulis lebih menguasai pengembangan server, meskipun tetap harus memiliki pengetahuan yang mumpuni pada sisi klien). Mempelajari web, menurut penulis, lebih baik dilakukan mulai dari sisi klien terlebih dahulu, karena pengembangan pada sisi server tidak dapat terlepas dari pengembangan sisi klien. Ingat, tujuan akhir dari server ialah untuk menghasilkan halaman web kepada pengguna, yang adalah sisi klien.

HyperText Markup Language

HyperText Markup Language, yang lebih dikenal sebagai HTML, merupakan bahasa yang digunakan untuk membuat halaman web. HTML dikirimkan kepada pengguna oleh web server, untuk kemudian ditampilkan oleh web browser. Sebagai sebuah markup language, HTML bertugas hanya memberikan informasi mengenai isi dari konten (dengan cara memberikan “tanda” pada teks, makanya disebut markup), tanpa memiliki informasi mengenai tampilan (style) dari konten tersebut. HTML hanya memberitahukan browser bahwa bagian tertentu dari sebuah tulisan merupakan kutipan, atau harus dicetak tebal. Bagaimana bentuk dari tulisan cetak tebal tidak diatur dalam HTML.
Karena bertugas hanya memberikan informasi isi (semantik), HTML bersifat sangat sederhana, biasanya hanya sepasang penanda (tag) yang melingkupi teks yang ingin ditandai. Listing di bawah memberikan contoh potongan HTML pada teks:
Scala (yang adalah kepanjangan dari "<u>Scalable Language</u>") merupakan
sebuah bahasa pemrograman yang dirancang untuk digunakan dalam berbagai lingkungan,
mulai dari <i>script</i> sederhana sampai dengan sebuah sistem yang besar dan rumit.
Istilah kerennya, Scala adalah sebuah <b>general purpose programming language</b>.
bagian mana yang merupkana HTML pada kode di atas? Dengan mudah tentunya anda dapat melihat, bahwa bagian yang merupakan kode HTML adalah kode-kode yang tidak dapat dibaca seperti <u>Scalable Language</u>. Penanda teks seperti <u></u> tersebut dikenal dengan nama tag pada HTML. Setiap tag memberikan arti khusus kepada teks. Tag “u” berarti teks tersebut bergaris bawah (underlined). Tag “i” berarti teks dicetak miring (italics), dan tag “b”, seperti yang dapat ditebak, memberikan huruf tebal (bold).
Kaget bahwa ternyata HTML sesederhana itu? Ya, HTML memang sangat sederhana! Pembelajaran HTML biasanya berkisar dalam eksperimen dan pembacaan dokumentasi mengenai setiap tag. Kedua hal tersebut menyebabkan penguasaan HTML hanya menjadi masalah kerajinan membaca dan pengalaman. Tantangan dalam pengembangan web pada sisi klien utamanya terdapat pada memperindah tampilan dan interaktifitas dari teks yang telah diformat HTML.

Cascading StyleSheet

Jadi, kalau HTML hanya berguna untuk menandai teks, bagaimana kita memberikan tampilan yang bagus pada teks tersebut? Dokumen HTML ditingkatkan tampilannya menggunakan sebuah bahasa lain, yang dikenal dengan nama Cascading Stylesheet, atau CSS. CSS sendiri merupakan bahasa deklaratif yang sangat kompleks, sehingga intrik utamanya tidak dapat dijelaskan di dalam beberapa paragraf, seperti pada HTML. Penjelasan detil mengenai CSS akan diberikan pada bagian selanjutnya. Untuk sekarang, hanya perlu dimengerti bahwa untuk membuat halaman web yang indah, diperlukan pengetahuan HTML dan CSS yang baik.

Javascript

Pada sebuah website modern, web yang enak dipandang mata saja tidak cukup. Sebuah website yang baik juga kerap kali bersifat sangat interaktif. Nama anda terlalu panjang untuk masuk ke dalam kolom nama di formulir pendaftaran? Tenang saja, web kami akan memperpanjang kolom tersebut begitu anda mengetik sampai di ujung kolom. Ingin mengetahui apakah user id yang diinginkan telah terpakai? Tenang, otomatis dicek kok, tidak perlu melakukan apa-apa.
Interaktifitas seperti yang dicontohkan di atas dimungkinkan dengan adanya kode khusus pada website tersebut yang dijalankan oleh browser ketika kita menampilkan website. Kode yang dijalankan ini ditulis dalam bahasa pemrograman Javascript, yang dapat langsung berinteraksi dengan HTML dan mengubah atribut, CSS, maupun isi dari HTML itu sendiri. Sama seperti CSS, Javascript tidak akan dibahas mendalam pada bagian ini, dan bahkan pada buku ini sama sekali. Pembahasan mengenai Javascript akan memerlukan sebuah buku tersendiri, karena kayanya bahasa pemrograman ini.

Browser dan Kode Klien

Sejauh ini, kita telah mengetahui bahwa pengembangan pada sisi klien dilakukan dengan menggunakan tiga bahasa, yaitu: HTML sebagai bahasa penanda konten, CSS untuk membuat desain tampilan, dan Javascript untuk inteaktifitas. Ketika browser menerima ketiga kode tersebut dari web server, maka browser akan menjalankan ketiga kode tersebut. Hasil dari eksekusi kode tersebut ialah tampilan website yang diberikan kepada pengguna. Jadi, tugas utama dari pengembang browser ialah membaca dan menjalankan kode pada sisi klien, untuk kemudian ditampilkan kepada pengguna.
Untuk memastikan berbagai browser yang ada dapat mengintepretasikan kode web dengan benar, sebuah badan standar dibuat untuk memberikan spesifikasi yang dapat dirujuk oleh pengembang browser. Badan standar ini dikenal dengan nama W3C (World Wide Web Consortium). Idealnya, setiap browser yang mengimplementasikan spesifikasi HTML dan CSS sesuai dengan standar yang ditentukan (W3C hanya mengatur kedua standar tersebut, Javascript diatur oleh badan lain) akan mendapatkan tampilan yang sama dari kode yang sama. Sayangnya, hal ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Pada implementasinya, setiap browser memiliki “keunikan” tersendiri dalam mengintepretasikan HTML dan CSS. Hal ini menyebabkan pengembang pada sisi klien harus menguji web yang dikembangkan pada banyak browser, atau setidaknya beberapa browser yang paling populer, untuk memastikan halaman yang dikembangkan dapat tampil sesuai dengan keinginan.
Beberapa browser utama yang umumnya didukung oleh kebanyakan website karena pangsa pasarnya yang besar yaitu: Microsoft Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, Apple Safari, dan Opera. Tabel Browser dan engine-nya table-browser-engine memperlihatkan engine yang digunakan oleh masing-masing browser.
Browser dan engine-nya
Browser Engine
Microsoft Internet Explorer Trident
Mozilla Firefox Gecko
Google Chrome Webkit
Apple Safari Webkit
Opera Presto (Kedepannya Webkit)
Perbedaan-perbedaan tampilan yang diashilkan oleh setiap engine dapat berupa perbedaan kecil, seperti ukuran font, ataupun perbedaan yang sangat besar, seperti perbedaan layout. Gambar Perbedaan Tampilan Browser memperlihatkan contoh perbedaan tampilah oleh empat buah browser, dari satu halaman yang sama [2]. Jika ditemui perbedaan-perbedaan sejenis pada bagian selanjutnya dalam buku ini, catatan khusus akan diberikan kepada pembaca.
Perbedaan Tampilan Browser
Perbedaan Tampilan Browser
Adanya perbedaan cara setiap browser menampilkan ini menyebabkan pengembang web pada umumnya memiliki banyak browser pada sistem pengembangan mereka, dan biasanya akan menguji tampilan web mereka pada banyak browser. Begitupun, kesamaan tampilan 100% umumnya tidak menjadi tujuan akhir, karena hal tersebut akan sangat sulit dilakukan. Yang umumnya ingin dicapai dengan pengujian pada banyak browser ialah tidak adanya tampilan yang menyebabkan web tidak dapat digunakan pada browser tertentu, misalnya komponen yang saling menimpa ataupun tulisan yang terlalu besar.
Jika anda masih belum memiliki seluruh browser utama yang tertera pada tabel Browser dan engine-nya, tunggu apa lagi? Segera pasang semua browser yang ada, dan lihat berbagai perbedaan dari tiap browser pada website yang sering anda kunjungi!

Mengenal Jenis Pemrograman Web Client Side

Selain dikenal teknik dan script atau bahasa pemrograman yang bersifat server-side (silakan baca posting sebelumnya), terdapat juga script atau bahasa pemrograman yang bersifat client-side. Pengertian pemrograman client-side adalah metode pembuatan aplikasi yang memungkinkan pemrosesan dilakukan di sisi client (komputer pengguna), jadi kebalikan dari server-side.

Beberapa jenis script/bahasa pemrograman yang termasuk dalam kategori ini, yaitu:

  • JavaScript, merupakan script client-side terpopuler untuk membuat aplikasi web yang dinamis dan bisa dijalankan di berbagai piranti, pertama dikenalkan oleh Netscape dan sekarang dikembangkan oleh Mozilla Foundation.
  • Asynchronous JavaScript and XML (Ajax), metode baru dalam penggunaan JavaScript dengan menggabungkannya bersama bahasa pemrograman lainnya.
  • jQuery, merupakan pustaka JavaScript lintas browser yang didesain untuk menyederhanakan dan mempercepat script client-side.
  • Adobe Flash Player atau Flash, merupakan plugin untuk web browser yang dikembangkan Adobe, digunakan untuk menjalankan animasi dan pemutar video.
  • Microsoft Silverlight, merupakan plugin untuk web browser yang dibuat Microsoft, yang bisa digunakan untuk menjalankan animasi, citra vector grafis, dan pemutar video.
  • HTML5 dan CSS3, merupakan kombinasi standar HTML dan CSS terbaru yang mendukung fungsionalitas script client-lain seperti Flash dan Silverlight.


Mengenal Bahasa - Bahasa Pemrograman Web


Kembali lagi nih bersama Admin,,hehe jangan bosen bosen yah untuk mampir di blog ini,,bingung nih siang2 bolong gini dengan cuaca yang panas gini mau ngapain,,dari pada ga ngapa2in mending melakukan hal yang bermanfaat admin ingin share tentang mengenal bahasa bahasa pemrograman web,,mudah2an bermanfaat bagi sobat bloger...







1.      Hyper Text Markup Language (HTML)
—–> Ekstensi file: .html, .htm, .html4
Bahasa HTML adalah bahasa yang sederhana dan hanya memiliki sedikit kesulitan. Bahasa yang merupakan dasar dari framework Internet ini ditemukan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1989. Hampir setiap situs web menggunakan bahasa ini, entah sekedar menampilkan texs, animasi, tampilan grafis ataupun suara.
Bahasa HTML sebenarnya berasal dari bahasa lama yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language). Namun perkembangan HTML sudah dimulai sejak kurang lebih 10 tahun bahasa tersebut diperkenalkan.
Berikut ini srtuktur dasar bahasa HTML:
<HTML> Tanda bagi browser untuk mengenali bahea itu adalah bahasa html.
<HEAD> Informasi header halaman. Di dalam tag inilah kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.
<TITLE> Sebagai judul halaman. Text yang anda letakkan didalam tag ini akan muncul pada title bar (Bagian paling atas browser).
<BODY> Di dalam bagian inilah semua atribut diletakkan seperti Font, bgcolor, background dll..
Berikut ini contoh halaman web sederhana:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Hallo dunia</TITLE>
</HEAD>
<BODY bgcolor=”#000000″ background=”images/dark.gif” text=”aqua”>
<p align=”Justify”>Ini contoh halaman web</p>
</BODY>
</HTML>

2.      Dynamic HTML (DHTML)
—–> Ekstensi file: .dhtml
DHTML adalah bahasa yang bisa diakses dan dimodifikasi oleh bahasa script seperti Vbscript, Javascript. DHTML sering dimanfaatkan untuk menampilkan animasi-animasi seperti efek text, perubahan warna, dan lain sebagainya (bahkan untuk memodif layout friendster !!, tapi sekarang dah diblock hu ga seru :P ). Bahasa ini sering juga disebut sebagai versi objek dari HTML.
3.      eXtensible Markup Language (XML)
—–> Ekstensi File: .xml
XML adalah bahasa yang sifatnya lebih terbatas daripada elemen-elemen HTML. Dengan XML, orang bisa menentukan elemen-elemennya sendiri lalu kemudian mengembangkannya.
Menentukan elemennya sendiri? Yeah, semuanya berpusat pada Document Type Definitions atau biasa disingkat DTD. DTD-lah yang telah menentukan tag awal dan tag akhir dari suatu file XML sehingga data yang ditampilkan dapat dipahami...:D
4. XHTML
—–> Ekstensi File: .XHTML
Bahasa ini masih dalam pengembangan. XHTML merupakan gabungan dari bahasa HTML dan XML. Seperti halnya XML, bahasa ini juga masih tergolong baru namun diramalkan akan sangat berperan dalam mewarnai dunia web di masa depan. Info selengkapnya mengenai bahasa ini bisa kamu temukan di www.w3r.org.
5. Personal Home Page (PHP)
—–> Ekstensi File: .php, php3, atau tanpa ekstensi
PHP ditulis oleh Rasmus Lerdorf yang pada awalnya ia gunakan untuk mencatat jumlah pengunjung situs yang membuka halaman resumenya. Ia kemudian menulis ulang kode-kodenya dengan bahasa C yang kemudian menjadikan bahasa itu menjadi lebih kaya kemampuan.
Barulah setelah itu banyak bermunculan tokoh-tokoh yang berjasa dalam perkembangan PHP seperti Zeev Suraski dan Andi Gutmans yang menulis kembali parsing Engine unuk menciptakan PHP versi 3. PHP kemudian menjadi modul Apache yang paling sering digunakan. Berikut ini contoh script PHP yang akan menampilkan text Hallo Yoesz.
<html>
<head>
<title>PHP menampilkan Halo Yoesz</title>
</head>
<?php
echo “<br><br><h1>Hallo Yoesz<br><br></h1>”;
?>
</html>
Informasi lengkap tentang bahasa ini bisa anda dapatkan di www.php.net
6. CGI (Common Gateway Interface)
—–> Ekstensi File: .cgi, .pl
CGI (Common Gateway Interface) merupakan standar Internet tertua dan paling berkembang sebagai suatu alat lewatnya informasi dari web server ke suatu program dan mengembalikan hasilnya ke browser.
Suatu program CGI dapat ditulis dengan bahasa-bahasa berikut:
-          Perl
-          Java
-          C, C++
-          Script-script UNIX
-          Visual Basic
-          MacOS atau AppleScript
Karena itulah CGI sebenarnya kurang tepat jika dikategorikan sebagai bahasa karena program CGI sendiri dapat ditulis menggunakan beragam bahasa...(menurut yg gua tau se..:P)
7. PERL (Practical Extraction and Report Language)
—–> Ekstensi File: .pl atau bisa apa saja
PERL merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang ditemukan oleh Larry Wall (1987). PERL memiliki kemampuan untuk dapat diterapkan pada hampir semua jenis Operating System. Pada Web, eksekusi perl biasa dijalankan dengan CGI (Common Gateway Interface) sebagai mekanisme untuk menampilkan output text ke browser. Lebih jauh tentang Perl dan keamanannya dapat anda temukan di www.w3.org
8. ColdFusion
—–> Ekstensi File: .cfm
Coldfusion adalah sistem pengembangan aplikasi yang dikembangkan oleh Alaire. Komponen utama Coldfusion adalah:
1)     ColdFusion Application Server
2)     ColdFusion Markup Language
3)     ColdFusion Studio
File-file CFM disimpan dalam bentuk plain text, sama halnya seperti PERL dan PHP sehingga siapapun dapat melihat isinya. Informasi lanjut tentang ColdFusion dapat ditemukan di www.alaire.com
9. ASP (Active Server Page)
—–> Ekstensi file: .asp
ASP diciptakan khusus bagi server IIS milik microsoft. Bahasa ini merupakan bahasa pemrograman web yang dinamis. ASP dapat digunakan untuk mengeksekusi beragam request terhadap suatu database atau perintah-perintah pada system lokal.
Berikut contoh sederhana berikut yang akan menampilkan tanggal dan jam pada sebuah halaman web untuk server-side:
<%@ language=”VBSCRIPT” %>
<html>
<body>
<h1>Tanggal:</h1>
<% =date %>
<h1>Jam</h1>
<% =time %>
</body>
</html>
Sedangkan fungsi yang sama pada Client-Side:
<html>
<body>
<script type=”text/vbscript”>
document.write(“<h1>Tanggal:</h1>”)
document.write(“<br>” & date() & “<br>)
document.write(“<h1>Jam:</h1>”)
document.write(“<br>” & time() & “<br>)
</script>
<body>
</html>
Weeehhhh…ternyata susah dimengerti bahasanya :P .,
10. JHTML
—–> Ekstensi File: .jhtml
Bahasa standard JavaSoft keluaran SUN yang dicptakan untuk mengikutsertakan Java dalam sebuah file HTML ini memiliki tag tersendiri yang diproses sebelum mengirimkan output pada browser. JHTML hampir mirip dengan HTML, hanya saja memiliki tambahan tag <Java> . Berikut contoh sangat-sangat sederhana dari kode JHTML yang akan mengeluarkan tampilan “Hallo Yoesz, Saya Mau Nyedot File Ini
<Java>
out.print(“Hallo Yoesz, Saya Mau Nyedot File Ini “);
</Java>

Pengertian Pemrograman Web



Pemrograman web diambil dari 2 suku kata yaitu pemrograman dan web.
Pemrograman yang dalam bahasa English adalah programming dan diartikan proses, cara, perbuatan program (secara bahasa indonesia).
Definisi Web : jaringan komputer yang terdiri dari kumpulan situs internet yang menawarkan teks dan grafik dan suara dan sumber daya animasi melalui protokol transfer hypertext. (http://www.artikata.com/arti-201588-web.php).
Orang banyak mengenal web dengan istilah WWW (world wide web), World Wide Web adalah layanan internet yang paling populer saat ini internet mulai dikenal dan digunakan secara luas setelah adanya layanan WWW .
WWW adalah halaman-halaman website yang dapat saling terkoneksi satu dengan lainnya (hyperlink) yang membentuk samudra belantara informasi . WWW berjalan dengan protokol HyperText Transfer Protokol (HTTP). Halaman Web merupakan file teks murni (plain text) yang berisi sintaks-sintaks HTML yang dapat dibuka/dilihat/diterjemahkan dengan Internet Browser . Sintaks HTML mampu memuat konten text, gambar, audio, video dan animasi. Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web sebagai standar interface pada lanyanan-layanan yang ada di internet, dari awalnya sebagai penyedia informasi, ini digunakan juga untuk komunikasi dari email sampai dengan chatting, sampai dengan melakukan transaksi binsin (commerce) (Betha Sidik,Ir, Pemrograman web dengan HTML, Informatika Bandung, 2005) Banyak keuntungan yang diberikan oleh Aplikasi berbasis Web dari pada aplikasi berbasis destop, sehingga aplikasi berbasis web telah diadopsi oleh perusahaan sebagai bagian dari strategi teknologi informasinya, karena beberapa alasan :
Akses informasi mudah,
Setup server lebih mudah
Informasi mudah didistribusikan
Bebas platform,
informasi dapat di sajikan oleh browser web pada sistem operasi mana saja karena adanya standar dokumen berbagai tipe data dapat disajikan
Powered by Blogger.

 

© 2013 NikiCom. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top